oleh

“Diservice” LO PUPR Malut, Kafilah Sumatera Barat Merasa Berada di Daerah Sendiri

banner

SOFIFI, PNc–Hingga hari keempat perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits tingkat Nasional (STQH N) di Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara, berlangsung lancar dan aman. Menjelang pengumuman dewan hakim terhadap nominasi peserta yang akan melenggang ke babak final, Rabu malam (20/10/2021), di sore hari, tim redaksi PilingTV Online, berkeliling memantau pemondokan para kafilah yang ditempatkan panitia di perumahan ASN satu dua dan tiga di Kota Sofifi.

Sebagian besar para kafilah, baik peserta maupun tim pendamping, mengisi waktu dengan beristirahat, setelah empat hari berkompetisi menyajikan yang terbaik pada masing-masing mata lomba dan kategori Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits tingkat nasional ini. Ada juga sebagian peserta maupun koordinator lapangan para kafilah, menyempatkan diri berkunjung ke tempat wisata mangrove di kawasan Guraping, dan sebagian lainnya sibuk berbelanja oleh-oleh khas Maluku Utara, yang dijajakan para pedagang di stand UMKM. Baik di sepanjang jalan protokol Kota Sofifi, maupun yang tersebar di masing-masing venue atau lokasi perhelatan setiap mata lomba dan kategori di beberapa aula kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

banner

Kafilah Provinsi Sumatera Barat misalnya. Saat tim PilingTV menyambangi pemondokan di perumahan ASN Dua Kota Sofifi, tampak sebagian peserta dan tim pendamping kafilah memanfaatkan waktu istirahat dengan saling ngobrol depan rumah pemondokan.
Sementara koordinator lapangan kafilah Provinsi Sumatera Barat, Dr. Elsanra Eka Putra, S, Pd, M. Si, ketika ditemui PilingTV Online di pemondokannya, mengatakan, pihaknya merasa bersyukur, karena telah menjalani semua rangkaian acara dengan baik, sejak kedatangan mereka dari Padang ke Kota Ternate, dan terus diberangkatkan lagi menuju Kota Sofifi.

Saat ditanya kesan dan kendala apa saja yang dialami seluruh anggota kafilahnya selama berada di Sofifi, Dr. Elsanra mengatakan, pelayanan Liaison Officer (LO) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara serta Dharma Wanita Persatuan PUPR, dirasakan cukup memuaskan. Dan untuk kendala, diakui Dr. Elsanra hanya soal citarasa makanan, di awal hari saat tiba di Sofifi. Maklum kata Elsanra, citarasa makanan di Padang, khusus anak-anak, begitu terasa beda dengan citarasa khas makanan Maluku Utara. Sehingga pada hari pertama saat tiba di Sofifi, ada peserta kategori anak-anak di kafilahnya, terpaksa harus mencari menu masakan khas Padang di Sofifi, yaitu di warung makan Padang. Namun beberapa hari setelahnya, seluruh anggota kafilahnya sudah bisa beradaptasi dengan menu makanan Maluku Utara.

Dr. Elsanra menambahkan, selain makanan di hari pertama saat tiba di Sofifi, kendala lainnya hanya sebatas tidak leluasa ke sana ke mari. Namun diakui Elsanra, hal itu karena disebabkan padatnya agenda lomba, juga oleh LO panitia lokal tidak menghendaki ada anggota kafilah yang tidak terlayani secara baik, sehingga harus berkoordinasi intens setiap waktu. Baik untuk sekedar jalan-jalan, membeli jajanan, dan memenuhi waktu tibanya agenda lomba. Semunya diantar dan dilayani secara baik oleh LO panitia lokal. Mungkin itu kesan yang terasa seakan ketat kata Elsanra, padahal hakikatnya tidak, ucap Elsanra tersenyum.

Bahkan kata Elsanra, saat tiba di Maluku Utara, seakan berada di daerah sendiri, karena tak menyangka, kafilahnya sempat disambut Ikatan Keluarga Minang di Maluku Utara ketika tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate. Dan setelah dicek, ternyata pihak LO PUPR Pemprov Maluku Utara, sudah lebih dahulu berkoordinasi bersama Ikatan Keluarga Minang Maluku Utara. Langkah ini semata-mata untuk memberi kesan terbaik dan sambutan hangat yang ditujukan kepada seluruh anggota kafilah Sumatera Barat saat tiba dan berada di Maluku Utara. LO PUPR dan DWP PUPR Malut memang top katanya.(red/aw)

banner

Komentar