LABUHA, PNc — Masyarakat Lingkar Tambang Kawasi mengeluarkan imbauan resmi, agar seluruh pihak menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah Desa Kawasi di tengah berlangsungnya ibadah bulan suci ramadan, kegiatan gereja, serta aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Imbauan tersebut ditandatangani Ketua Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang) Kawasi, Bambang Bakir. Dalam suratnya disebutkan, bahwa sebagian warga sedang menjalankan ibadah puasa ramadan, sehingga membutuhkan suasana aman dan tenang.
Selain itu, masyarakat juga sedang menyiapkan Konferda AMGPM PP Obi dan Sidang Klasis ke-33 GPM PP Obi yang dijadwalkan berlangsung di bulan Maret hingga April 2026.
“Kami sebagai unsur yang turut menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Kawasi, tidak akan tinggal diam. Siapa pun yang melakukan tindakan tidak pantas dan merusak suasana ramadhan, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar Ketua Malintang, Bambang Bakir.
Mengutip Ketik.co, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin juga menyuarakan hal serupa dengan keinginan warga Kawasi. Saat berbuka puasa ramadhan di kediaman dinasnya di Desa Papaloang, Bacan Selatan, Wabup Helmi mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama ramadan.
“Sebagai pemerintah daerah, tentu kita ingin momentum ramadan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi,” ujar Wabup Helmi.
Ia menambahkan, soliditas dan kepedulian sosial menjadi kunci membangun Halmahera Selatan yang lebih baik.
Dalam poin imbauan juga disebutkan, Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang), berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah, dan mencegah potensi konflik sosial yang dapat merugikan masyarakat luas.
Dengan pertimbangan tersebut, masyarakat lingkar tambang Kawasi dengan tegas mengimbau dan meminta seluruh pihak, untuk menjaga ketertiban, keamanan serta menghormati masyarakat Desa Kawasi.
Ia menambahkan, ramadan merupakan momentum bagi umat muslim meningkatkan ibadah dan mempererat silaturahmi. Karena itu, segala bentuk provokasi, keributan, maupun aktivitas yang merugikan masyarakat, dinilai bertentangan dengan nilai-nilai bulan suci.(red/tim/rls)



























Komentar