TERNATE, PNc — Kepala Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Muhammad Yunus mengatakan, pembangunan Sabo Dam di Rua memiliki fungsi strategis sebagai bangunan pengendali sedimen dan pengurang energi aliran. Khususnya menghadapi potensi banjir bandang berulang yang membawa material debris dari hulu.
Secara teknis, kata Muhammad, sabo dam dirancang untuk menahan, mengendapkan, dan mengontrol pergerakan sedimen. Sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan di kawasan hilir serta memberikan perlindungan bagi masyarakat di sekitar.
“Dengan keberadaan bangunan ini diharapkan, dampak bencana hidrologi dapat diminimalkan. Sekaligus meningkatkan tingkat keamanan dan ketahanan wilayah terhadap kejadian ekstrem di masa mendatang”, ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II selaku penanggung jawab kegiatan, Irwan Mohammad, memaparkan, pembangunan sabo dam di Kelurahan Rua telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.
Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi, mengacu pada desain yang telah ditetapkan serta ketentuan teknis yang berlaku.
Selain itu, kegiatan tersebut juga telah melalui proses review oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, dengan hasil yang menyatakan, bahwa pekerjaan memenuhi standar sebagaimana dipersyaratkan.
Ada beberapa catatan kata Irwan, yang muncul dalam proses tersebut. Namun hanya bersifat administratif dan teknis minor, serta telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Misalnya ada kondisi terjadi gerusan pada bagian talud sungai, adalah termasuk kategori teknis minor, yang berada dalam lingkup masa pemeliharaan pekerjaan.
Oleh karena itu, segala bentuk perbaikan, menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Hal ini sesuai ketentuan kontrak, dan mekanisme defect liability period yang berlaku.(red/tim)



























Komentar