TERNATE, PNc — Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Morotai, Hamjad Mustika, memberikan tanggapan keras terkait dinamika peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).
GPM Morotai menilai, selama ini KNPI Halbar terkesan hanya berfungsi layaknya menjadi Humas Pemerintah Daerah (Pemda), yang cenderung membela kebijakan atau kepentingan eksekutif.
Ketua GPM Morotai, Hamjad Mustika menegaskan, KNPI sejatinya adalah wadah berkumpulnya para pemuda dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP). Lembaga ini memiliki mandat utama untuk menampung, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi seluruh elemen pemuda, bukan justru terlihat membela kepentingan pihak lain.
“Kami melihat ada yang tidak beres. KNPI itu rumah bagi semua OKP, bukan perpanjangan tangan atau alat propaganda instansi tertentu. Seharusnya suara pemuda didengar dan diperjuangkan, bukan justru dibungkam atau dihaluskan agar terlihat enak dilihat Pemda,” tegas perwakilan GPM Morotai inj, Senin (20/04/2026).
Lebih jauh, Hamjad menyoroti mekanisme keanggotaan di tubuh KNPI Halbar. Menurutnya, Sekretaris KNPI Halbar harus menyadari sepenuhnya, bahwa setiap personel yang duduk di kepengurusan adalah representasi dan atas dasar rekomendasi dari Organisasi Kepemudaan (OKP) masing-masing.
“Para pengurus itu hadir bukan karena kehendak pribadi, melainkan membawa mandat dari basis massa dan organisasi yang menaunginya. Oleh karena itu, sikap dan kerja kepengurusan harus mencerminkan kepentingan kolektif pemuda, bukan kepentingan sesaat atau kelompok tertentu,” tambahnya.
Ketua GPM Morotai, Hamjad Mustika juga berharap ke depan, KNPI Halbar dapat kembali ke koridor utama. “Sebagai kontrol sosial dan penampung aspirasi, pemuda harus berani bersuara kritis dan konstruktif, tanpa rasa takut atau terkesan “menjilat” demi kepentingan tertentu,” tandas Hamjad.(red/tim/rls)



























Komentar