oleh

Wali Kota Tauhid Geram, Kadishub dan Kadis Perindag Terancam Diganti

banner

TERNATE, PNc – Semrawutnya penataan kawasan Pasar Higienis dan lokasi parkir kendaraan bermotor (Ranmor) di sepanjang bahu jalan, membuat Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman naik pitam.

Akibatnya, Wali Kota Tauhid memberi deadline terhadap dua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini untuk segera menertibkan kembali area yang menjadi roda perputaran ekonomi di Kota Ternate tersebut.

Hal ini imbas dari puluhan sepeda motor warga yang terparkir di depan Pasar Higienis diangkut paksa pihak Satlantas Polres Ternate, Jumat pagi, 4 April 2026. Padahal, dua sisi tepi jalan itu, sudah sejak lama dijadikan area Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai penarikan retribusi. Begitu juga lapak serta pedagang di kawasan tersebut.

Jika seminggu ke depan, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nursiah Dj Mahmud, dan Kepala Dishub Kota Ternate, Faizal Badaruddin, tidak mampu menjalankan perintah atasannya, maka posisi mereka terancam digantikan orang lain.

Hal ini terungkap saat rapat bersama di lantai III Kantor Wali Kota Ternate, yang juga dihadiri Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala Satlantas, Kasatpol PP Fhandi Mahmud, Nursiah, Faizal dan sejumlah pejabat lain di jajaran Pemkot Ternate, Jumat kemarin (17/04/2026).

“Mulai besok (Sabtu 18 April 2026-red) hingga satu minggu ke depan, harus ditertibkan dalam artian dirapikan. Pak Wali bicara agak keras, sebab ini juga jadi bahan evaluasi bagi Kepala Disperindag dan Dishub apabila mereka tidak melaksanakan tugas dengan baik,” kata Sekda Ternate, Rizal Marsaoly kepada awak media usai rapat.

Rizal menjelaskan, di forum rapat, pihak Disperindag mempresentasikan skema pengaturan, penanganan,dan penataan terkait kawasan Pasar Higienis. Yang selama ini area parkirannya di tempat penjual ikan bakar. Sehingga menyebabkan kendaraan sepeda motor diparkir di pinggir jalan.

“Maka, Pak Wali akan mengevaluasi. Mohon maaf-maaf saja karena tidak baiknya Pak Wali punya nama. Lagian ini kan sudah beberapa kali dilaksanakan skema, tetapi lagi-lagi kadang di level atas rapi tapi dibawahnya masih ada oknum juga yang masih bermain,” tandas Sekot.(red/tim/ist/rm)

Komentar